SAVE ROHINGYA


2. SAVE ROHINGYA

Hasil sementara pengumpulan donasi utk Rohingya oleh Lajnah Sosial Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember, tgl 02 Des '16 Pkl 06.30

1. Hamba Allah, transfer. Rp. 10.000.000,-
2. Hamba Allah, Transfer Rp. 200.000,-
3. Hamba Allah, transfer Rp. 800.000,-
4. Hamba Allah, transfer Rp. 500.000,-
5. Hamba Allah, Transfer Rp. 250.000,-
5. Hamba Allah, tunai Rp. 500.000,-
6. Hamba Allah, Tunai Rp. 100.000,-
7. Hamba Allah, Transfer Rp. 100.000,-
8. Hamba Allah, Transfer Rp. 1.000.000,-
9.
10.
Total Sementara Rp. 13.450.000

⬇ Anda yg berikutnya.

Cara Donasi :
1. Langsung melalui LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Jember
2. Kami jemput dgn menghubungi hp. 081217889941
3. Tranfer k rekening :
Syariah Mandiri no.7097849988 a.n Sosek Al Irsyad Al Islamiyyah Jember

Pengumpulan ini mulai tgl 25 Nov s/d 11 Des 2016.

Terselenggara berkat kerjasama Takmir Masjid Al Mursyid dan Lajnah Sosial dan Ekonomi Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember.
Semoga memperoleh dukungan dari seluruh kaum muslimin Jember

Jazakallahukhoiron
TEMPO.COBanyuwangi - Dua foto kuno itu terpasang di ruang Kepala Sekolah Menengah Pertama Al Irsyad, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto itu diambil saat Syeikh Ahmad Soorkaty, tokoh pendiri Al Irsyad, meresmikan Sekolah Dasar Al Irsyad di Banyuwangi pada 1927 silam. Tampak Soorkaty bersama puluhan siswa keturunan Arab bergambar di depan gedung sekolah yang didirikan oleh seorang pedagang asal Sudan, Afrika.

Saya dan puluhan mahasiswa serta pelajar, takjub melihat dua foto lawas itu. Beberapa orang di antara kami mengabadikan ulang foto itu dengan kamera masing-masing. Sebagian yang lain mencatat penjelasan dari Kepala SMP Al Irsyad, Ali Bakrisuk, yang menjadi pemateri pada acara bertajuk Ekpedisi Kampung Arab akhir pekan lalu.

Acara tersebut digelar oleh Komunitas Pecinta Sejarah Blambangan. Dan, Sekolah Al Irsyad merupakan tempat pertama yang kami kunjungi dalam ekspedisi selama dua jam itu.

Gedung SD Al Irsyad yang asli sudah tidak berbekas, berganti menjadi Pasar Blambangan. Sekitar tahun 1965, sekolah Al Irsyad pindah ke lokasinya yang sekarang, yakni di depan Pasar Blambangan, di Jalan Basuki Rahmat. "Dulu hanya menerima murid keturunan Arab. Namun setelah Indonesia merdeka, siswa non-Arab banyak yang sekolah di sini," kata Ali Bakrisuk.

Ekspedisi Kampung Arab digelar untuk mengenalkan sejarah dan budaya komunitas Arab di Banyuwangi kepada generasi muda. Komunitas Arab berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Banyuwangi. "Dulu, Banyuwangi yang bernama Blambangan menjadi kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa," ujar ketua panitia Ekspedisi Kampung Arab, Ira Rachmawati.

Komunitas Arab di Banyuwangi, kata Ira, sesungguhnya berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan. Mereka datang ke Banyuwangi pada awal abad ke-XVIII untuk berdagang di Pelabuhan Ulu Pampang, yang sekarang bernama Muncar. Ulu Pampang, saat itu menjadi pelabuhan tersibuk di Selat Bali, dan menjadi ibu kota terakhir Kerajaan Blambangan.

Setelah VOC/Belanda menguasai Blambangan tahun 1774, ibu kota dipindahkan ke kota Banyuwangi seperti saat ini. Tahun 1866, Belanda memberlakukan sistem perkampungan dan kartu tanda jalan (wijkenstelsel dan passenstelsel), yaitu pembagian pemukiman penduduk berdasarkan ras. Sehingga, komunitas Arab diwajibkan tinggal di Kampung Arab dan harus pakai surat jalan bila masuk ke kampung etnis lain.

Menurut catatan L.W.C. van den Berg dalam buku "Orang Arab di Nusantara", jumlah orang Arab di Banyuwangi pada tahun 1885 sebanyak 356 orang. Terdiri dari 84 laki-laki, 25 perempuan, dan 247 anak yang lahir di Banyuwangi.

Bekas Kampung Arab itu saat ini berada di Jalan Belitung dan Jalan Bangka, Kelurahan Lateng, 3 kilometer arah utara kota Banyuwangi.

Para peserta ekspedisi diajak menjelajahi bekas Kampung Arab tersebut, serta melihat kehidupan mereka dari dekat.

Dari sekolah Al Irsyad, kami berjalan kaki sekitar 100 meter ke arah utara. Di sepanjang perjalanan, banyak toko yang didirikan orang Arab, yang menjual pakaian muslim, bahan bangunan, minyak wangi, hingga kuliner khas Arab. Rupanya di Jalan Basuki Rahmat inilah ekonomi komunitas Arab dipusatkan.

Rombongan saya berhenti sejenak di sebuah masjid, dengan sembilan menara setinggi 27 meter. Arsitektur masjid ini memang dibuat mirip Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Nama Al Hadi ditorehkan sebagai tanda penghormatan terhadap sang pendiri, yakni Al-Habib Hadi Bin Abdullah Al-Haddar.

Masjid yang dibangun di atas tanah seluas satu hektare tersebut didirikan oleh para habib alias golongan Alawy pada 1967. Komunitas Arab memang mengenal dua golongan, yaitu golongan Alawy yang menganggap keturunan Nabi Muhammad SAW dan golongan Syaikh yang terdiri dari kelompok terpelajar. "Sebelum mendirikan masjid sendiri, dua golongan ini melaksanakan ibadah di masjid At Taqwa," Ali Bakrisuk menjelaskan.

Kami hanya sepuluh menit di masjid ini. Kemudian kami menyeberang jalan dan tiba di makam Sayyid Datuk Abdurahim Bauzir. Dia dipercaya sebagai ulama dari Hadramaut yang melakukan syiar Islam di Jembrana, Bali, dan Banyuwangi, pada awal 1800an. Bauzir meninggal tahun 1876 dan makamnya kini didatangi banyak peziarah dari dalam maupun luar Banyuwangi. Di sisi lain, menurut Bakrisuk, budaya orang Arab tak mengenal tradisi berziarah ke makam. "Makam ini memang masih kontroversi," ucapnya.

Kemudian kami memasuki bekas Kampung Arab di Jalan Belitung, lalu berlanjut ke Jalan Bangka. Sekilas memang tak ada perbedaan dengan pemukiman komunitas non-Arab, selain penghuninya yang berwajah khas Timur Tengah, berhidung mancung dan berkulit langsat. Rumah-rumah kuno dari kayu hanya tersisa beberapa, selebihnya bangunan rumah bergaya modern.

Kami mampir ke rumah Ika Abbas Bauzier, salah seorang pembuat hena dari kulit. Setiap bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran nanti, orang Arab memang gemar memasang hena di tangan maupun kaki. Motifnya beragam, tapi umumnya motif bunga. Tarifnya dibanderol Rp 5.000 hingga Rp 300 ribu, tergantung motif dan pernak-pernik yang dipakai. "Bahannya impor langsung dari Arab," tutur Ika.

Kami kemudian menempuh jarak 300 meter, menuju Pantai Ancol di ujung kampung. Pantai di Selat Bali ini berperan penting untuk menunjang ekonomi orang Arab di masa lampau. Dulunya, orang Arab masih banyak yang mencari ikan dan mengirimkan dagangannya melalui laut. Namun saat ini, laut mengalami pendangkalan dan aktivitas ekonomi orang Arab akhirnya berpusat di darat.

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah masjid At Taqwa. Inilah masjid pertama yang dibangun komunitas Arab. Luas lahannya hanya sekitar setengah hektare. Sebelum membangun masjid sendiri, golongan Alawy dan Syaikh menjalankan ibadahnya bersama-sama di masjid ini.

Lelah menjelajah Kampung Arab, acarapun diakhiri dengan buka bersama di sekretariat PC Al Irsyad. Kami disuguhi kuliner khas orang Arab, yakni roti maryam dibalur dengan gulai kacang hijau. Rasanya yang gurih membuat selera makan menjadi lahap.

Nyatalah, keberadaan orang Arab tidak hanya membawa Islam ke Nusantara. Mereka juga ikut berperan dalam mencerdaskan bangsa, dan tentunya memperkaya kebudayaan Indonesia.

IKA NINGTYAS


Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2013/07/22/244498664/ekspedisi-kampung-arab-di-banyuwangi


Upacara Pelepasan TIM Inti Pramuka SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember dalam Acara LOPSSTER V(LOMBA PRAMUKA SD/MI, SMP/MTs TERAMPIL 5 ) tahun 2016 tingkat Kabupaten Jember






Pendiri Al Irsyad Al Islamiyyah

Pembangunan Masjid

Agenda

1. Program Pembangunan Masjid Al Irsyad Jember

2. SAVE ROHINGYA

Hasil sementara pengumpulan donasi utk Rohingya oleh Lajnah Sosial Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember, tgl 02 Des '16 Pkl 06.30

1. Hamba Allah, transfer. Rp. 10.000.000,-
2. Hamba Allah, Transfer Rp. 200.000,-
3. Hamba Allah, transfer Rp. 800.000,-
4. Hamba Allah, transfer Rp. 500.000,-
5. Hamba Allah, Transfer Rp. 250.000,-
5. Hamba Allah, tunai Rp. 500.000,-
6. Hamba Allah, Tunai Rp. 100.000,-
7. Hamba Allah, Transfer Rp. 100.000,-
8. Hamba Allah, Transfer Rp. 1.000.000,-
9.
10.
Total Sementara Rp. 13.450.000

⬇ Anda yg berikutnya.

Cara Donasi :
1. Langsung melalui LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Jember
2. Kami jemput dgn menghubungi hp. 081217889941
3. Tranfer k rekening :
Syariah Mandiri no.7097849988 a.n Sosek Al Irsyad Al Islamiyyah Jember

Pengumpulan ini mulai tgl 25 Nov s/d 11 Des 2016.

Terselenggara berkat kerjasama Takmir Masjid Al Mursyid dan Lajnah Sosial dan Ekonomi Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember.
Semoga memperoleh dukungan dari seluruh kaum muslimin Jember

Jazakallahukhoiron

Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

AlIrsyad+ Followers

Popular Posts

.

Lowongan Kerja

Lowongan Kerja